Minggu, 08 Januari 2017

Pengantar manajemen

Upaya Peningkatan Kualitas Manajemen SDM melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi(artikel)
http://www.setjen.kemenkeu.go.id/sites/default/files/imagecache/slider/imagefield_default_images/default_0.png
Jakarta - Dalam sebuah organisasi publik, seperti Departemen Keuangan Republik Indonesia, dewasa ini semakin tinggi tuntutan-tuntutan masyarakat akan tata kelola pemerintahan yang baik. Antara lain berupa tuntutan untuk meningkatkan pelayanan publik, seperti pelayanan perpajakan, bea dan cukai, perbendaharaan, kekayaan negara dan sebagainya. Semakin tinggi pula tuntutan pelayanan yang prima terhadap internal customer, yaitu para SDM dan manajemen SDM Departemen Keuangan.
Pada suatu sisi yang lain ternyata pemanfaatan TIK dalam mendukung belum optimal untuk mendukung Sistem Informasi Manajemen (SIM) SDM walaupun dari sisi jumlah pegawai dan kompleksitas organisasi sudah sangat membutuhkan bantuan implementasi TIK. Saat ini Departemen Keuangan memiliki pegawai cukup besar sejumlah 63.000 orang dan memiliki organisasi birokrasi yang cukup kompleks yang dikategorikan sebagai holding type company karena memiliki 12 unit eselon I yang core business-nya berbeda dan ribuan unit vertikal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kekurang-optimalan SIM SDM dapat ditengarai dengan ketidakakuratan data pegawai. Pada level Eselon 1 (D-one), dan (D-two) pusat dan daerah, informasi mengenai current status pegawai seringkali tidak akurat sehingga secara agregat apabila data SIMPEG dikumpulkan ke level Departemen Keuangan (Biro SDM) banyak sekali terjadi kekuranglengkapan maupun kekurangakuratan data. Hal ini dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang salah misalnya seperti orang yang sudah meninggal dipromosikan, atau orang sudah pensiun diikutsertakan dalam diklat.
Dampak yang paling terasa adalah kekurangakuratan informasi SDM akan sangat menghambat proses pengambilan keputusan manajemen SDM yang baik. Urat nadi keputusan-keputusan strategis dan operasional dalam perencanaan SDM, rekrutmen, staffing/penempatan, mutasi jabatan, kepangkatan, pengembangan SDM, pendidikan dan pelatihan, remunerasi/benefit, disiplin, dan pensiun bergantung kepada aliran informasi yang akurat.
Untuk memperoleh informasi SDM yang cepat dan akurat diperlukan sebuah sistem informasi manajemen (SIM) yang handal. Seberapa handal sistem informasi yang dimiliki tergantung pada kualitas sub sistem input, pemrosesan, dan penyajian data dan informasi. Untuk membangun system yang handal tidak hanya cukup dengan memperhatikan faktor teknologi, namun juga factor struktur organisasi, business process manajemen SDM itu sendiri, faktor manusia dan budaya kerjanya, dan tentu factor biaya.
Sub-sistem input menangani bagaimana data kepegawaian dapat dikumpulkan dan diorganisasikan. Sub sistem input data kepegawaian harus mampu untuk memastikan setiap unit kerja di Depkeu dari kantor pusat sampai daerah terpencil mempunyai akses ke dalam system baik online maupun off-line untuk mengalirkan data terbaru pegawainya ke database SIMPEG Departemen Keuangan.
Sub-sistem pemrosesan menangani bagaimana data kepegawaian dapat diproses untuk dianalisis. Di dalam proses ini akan muncul beberapa issue yang critical apakah data akan diproses secara terdistribusi atau terpusat, proses online atau offline , atau bahkan secara real-time. Issue di atas perlu untuk dikelola secara tepat agar diperoleh kinerja yang baik dari sistem informasi manajemen SDM Depkeu.
Sub-sistem ini menangani bagaimana data dapat disajikan sebagai informasi yang mendukung proses pengambilan keputusan. Para pengguna (user) dari informasi SDM terbentang secara luas dan dalam dari unit kerja yang membutuhkan data nominatif Kenaikan Gaji Berkala misalnya sampai dengan Pimpinan Departemen yang membutuhkan informasi proyeksi jumlah dan kompetensi SDM untuk semua lini Depkeu. Feedback dari para pengguna data dan informasi amat penting untuk membuat system berkembang secara sehat dan terus-menerus agar perbaikan-perbaikan dapat digunakan untuk menyempurnakan sistem.
Critical objective dari disain SIM untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif adalah bagaimana system dapat mengintegrasikan kemampuan computer dan manusia. Apabila terlalu banyak faktor komputernya maka sistem akan mengarah pada sebuah sistem yang mekanistis, tidak fleksibel, dan pengambilan keputusan yang tidak komprehensif. Sebaliknya apabila desain system dukungan manajemennya terlalu banyak unsur manusianya maka system akan menjadi terlalu lambat dalam merespons, menggunakan data secara terbatas, dan keterbatasan kemampuan untuk menganalisis data secara luas.
Wajah cantik dari perkambangan teknologi informasi adalah kemampuannya untuk mengorganisasi data yang massif dalam sebuah database system secara mudah yang memungkinkan para pengambil keputusan untuk menggali berbagai macam informasi secara dalam dan luas. Data transaksi mutasi kepegawaian sangatlah besar scopenya, dari mulai data penyaringan, seleksi, CPNS/PNS, jabatan, pangkat, diklat, gaji dan remunerasi, penugasan, penghargaan, disiplin, pemensiunan, bahkan keluarga, yang terjadi kapan saja.
Seperti diketahui data SDM bersifat sangat sensitif karena kesalahan record pada satu pegawai dapat menyebabkan rusaknya integritas sistem. Sebagai misal dalam proses Baperjakat diseleksi beberapa kandidat yang bersaing untuk sebuah jabatan. Apabila data terkini pangkat seorang pejabat tidak ada bisa jadi akan mengakibatkan pengangkatan pejabat yang salah walaupun dari segi soft competency calon pejabat yang tidak dipilih tersebut lebih cocok dalam jabatan tersebut.
Secara ideal system harus mampu memmenuhi berbagai kebutuhan informasi yang dibutuhkan para Pembina kepegawaian secara akurat dan tepat waktu. Kualitas informasi yang prima tentu akan memudahkan para Pembina kepegawaian untuk membuat penilaian yang mendalam atas berbagai alternatif pengambilan keputusan kepegawaian. Sekretariat Jenderal Depkeu tentu amat terbantu dalam penyusunan budgeting Anggaran Belanja Pegawai Depkeu apabila terdapat data yang akurat mengenai statistik Depkeu.
Pertanyaan-pertanyaan ‘what-if’ apabila suatu kebijakan kenaikan gaji diimplementasikan dapat dianalisis secara tepat. Pada gilirannya bantuan SIM SDM tadi dapat meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan Pimpinan yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.
Pada akhirnya tidak ada suatu system informasi manajemen yang superior yang secara alami mampu hidup dan tumbuh sendiri. Even sebuah sistem yang cerdas, SIM SDM sebagai sistem rekayasa manusia perlu dirancang, dikembangkan, dan dipelihara secara konsisten dan terus menerus. Mitos bahwa ‘pembelian hardware’ = ‘pembangunan IT’ perlu untuk diluruskan agar tidak terjadi simplifikasi atas sebuagh pembangunan system.
Penelitian atas data panel yang luas dari Prof. C.K. Prahalad dari Massachusetts Institute of Technology menyatakan bahwa kebanyakan kegagalan IT initiative adalah karena terlalu memfokuskan diri pada akuisisi hardware dan software dan tidak secara proporsional memperhatikan factor SDMnya.Dengan komitmen pimpinan yang kuat serta support dari seluruh jajaran Depkeu kita yakin bahwa kita dapat segera mewujudkan SIM SDM atau SIMPEG yang handal, Yes, we believe we can change!

 Upaya Peningkatan Kualitas Manajemen SDM melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi(artikel)
http://www.setjen.kemenkeu.go.id/sites/default/files/imagecache/slider/imagefield_default_images/default_0.png
Jakarta - Dalam sebuah organisasi publik, seperti Departemen Keuangan Republik Indonesia, dewasa ini semakin tinggi tuntutan-tuntutan masyarakat akan tata kelola pemerintahan yang baik. Antara lain berupa tuntutan untuk meningkatkan pelayanan publik, seperti pelayanan perpajakan, bea dan cukai, perbendaharaan, kekayaan negara dan sebagainya. Semakin tinggi pula tuntutan pelayanan yang prima terhadap internal customer, yaitu para SDM dan manajemen SDM Departemen Keuangan.
Pada suatu sisi yang lain ternyata pemanfaatan TIK dalam mendukung belum optimal untuk mendukung Sistem Informasi Manajemen (SIM) SDM walaupun dari sisi jumlah pegawai dan kompleksitas organisasi sudah sangat membutuhkan bantuan implementasi TIK. Saat ini Departemen Keuangan memiliki pegawai cukup besar sejumlah 63.000 orang dan memiliki organisasi birokrasi yang cukup kompleks yang dikategorikan sebagai holding type company karena memiliki 12 unit eselon I yang core business-nya berbeda dan ribuan unit vertikal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kekurang-optimalan SIM SDM dapat ditengarai dengan ketidakakuratan data pegawai. Pada level Eselon 1 (D-one), dan (D-two) pusat dan daerah, informasi mengenai current status pegawai seringkali tidak akurat sehingga secara agregat apabila data SIMPEG dikumpulkan ke level Departemen Keuangan (Biro SDM) banyak sekali terjadi kekuranglengkapan maupun kekurangakuratan data. Hal ini dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang salah misalnya seperti orang yang sudah meninggal dipromosikan, atau orang sudah pensiun diikutsertakan dalam diklat.
Dampak yang paling terasa adalah kekurangakuratan informasi SDM akan sangat menghambat proses pengambilan keputusan manajemen SDM yang baik. Urat nadi keputusan-keputusan strategis dan operasional dalam perencanaan SDM, rekrutmen, staffing/penempatan, mutasi jabatan, kepangkatan, pengembangan SDM, pendidikan dan pelatihan, remunerasi/benefit, disiplin, dan pensiun bergantung kepada aliran informasi yang akurat.
Untuk memperoleh informasi SDM yang cepat dan akurat diperlukan sebuah sistem informasi manajemen (SIM) yang handal. Seberapa handal sistem informasi yang dimiliki tergantung pada kualitas sub sistem input, pemrosesan, dan penyajian data dan informasi. Untuk membangun system yang handal tidak hanya cukup dengan memperhatikan faktor teknologi, namun juga factor struktur organisasi, business process manajemen SDM itu sendiri, faktor manusia dan budaya kerjanya, dan tentu factor biaya.
Sub-sistem input menangani bagaimana data kepegawaian dapat dikumpulkan dan diorganisasikan. Sub sistem input data kepegawaian harus mampu untuk memastikan setiap unit kerja di Depkeu dari kantor pusat sampai daerah terpencil mempunyai akses ke dalam system baik online maupun off-line untuk mengalirkan data terbaru pegawainya ke database SIMPEG Departemen Keuangan.
Sub-sistem pemrosesan menangani bagaimana data kepegawaian dapat diproses untuk dianalisis. Di dalam proses ini akan muncul beberapa issue yang critical apakah data akan diproses secara terdistribusi atau terpusat, proses online atau offline , atau bahkan secara real-time. Issue di atas perlu untuk dikelola secara tepat agar diperoleh kinerja yang baik dari sistem informasi manajemen SDM Depkeu.
Sub-sistem ini menangani bagaimana data dapat disajikan sebagai informasi yang mendukung proses pengambilan keputusan. Para pengguna (user) dari informasi SDM terbentang secara luas dan dalam dari unit kerja yang membutuhkan data nominatif Kenaikan Gaji Berkala misalnya sampai dengan Pimpinan Departemen yang membutuhkan informasi proyeksi jumlah dan kompetensi SDM untuk semua lini Depkeu. Feedback dari para pengguna data dan informasi amat penting untuk membuat system berkembang secara sehat dan terus-menerus agar perbaikan-perbaikan dapat digunakan untuk menyempurnakan sistem.
Critical objective dari disain SIM untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif adalah bagaimana system dapat mengintegrasikan kemampuan computer dan manusia. Apabila terlalu banyak faktor komputernya maka sistem akan mengarah pada sebuah sistem yang mekanistis, tidak fleksibel, dan pengambilan keputusan yang tidak komprehensif. Sebaliknya apabila desain system dukungan manajemennya terlalu banyak unsur manusianya maka system akan menjadi terlalu lambat dalam merespons, menggunakan data secara terbatas, dan keterbatasan kemampuan untuk menganalisis data secara luas.
Wajah cantik dari perkambangan teknologi informasi adalah kemampuannya untuk mengorganisasi data yang massif dalam sebuah database system secara mudah yang memungkinkan para pengambil keputusan untuk menggali berbagai macam informasi secara dalam dan luas. Data transaksi mutasi kepegawaian sangatlah besar scopenya, dari mulai data penyaringan, seleksi, CPNS/PNS, jabatan, pangkat, diklat, gaji dan remunerasi, penugasan, penghargaan, disiplin, pemensiunan, bahkan keluarga, yang terjadi kapan saja.
Seperti diketahui data SDM bersifat sangat sensitif karena kesalahan record pada satu pegawai dapat menyebabkan rusaknya integritas sistem. Sebagai misal dalam proses Baperjakat diseleksi beberapa kandidat yang bersaing untuk sebuah jabatan. Apabila data terkini pangkat seorang pejabat tidak ada bisa jadi akan mengakibatkan pengangkatan pejabat yang salah walaupun dari segi soft competency calon pejabat yang tidak dipilih tersebut lebih cocok dalam jabatan tersebut.
Secara ideal system harus mampu memmenuhi berbagai kebutuhan informasi yang dibutuhkan para Pembina kepegawaian secara akurat dan tepat waktu. Kualitas informasi yang prima tentu akan memudahkan para Pembina kepegawaian untuk membuat penilaian yang mendalam atas berbagai alternatif pengambilan keputusan kepegawaian. Sekretariat Jenderal Depkeu tentu amat terbantu dalam penyusunan budgeting Anggaran Belanja Pegawai Depkeu apabila terdapat data yang akurat mengenai statistik Depkeu.
Pertanyaan-pertanyaan ‘what-if’ apabila suatu kebijakan kenaikan gaji diimplementasikan dapat dianalisis secara tepat. Pada gilirannya bantuan SIM SDM tadi dapat meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan Pimpinan yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.
Pada akhirnya tidak ada suatu system informasi manajemen yang superior yang secara alami mampu hidup dan tumbuh sendiri. Even sebuah sistem yang cerdas, SIM SDM sebagai sistem rekayasa manusia perlu dirancang, dikembangkan, dan dipelihara secara konsisten dan terus menerus. Mitos bahwa ‘pembelian hardware’ = ‘pembangunan IT’ perlu untuk diluruskan agar tidak terjadi simplifikasi atas sebuagh pembangunan system.
Penelitian atas data panel yang luas dari Prof. C.K. Prahalad dari Massachusetts Institute of Technology menyatakan bahwa kebanyakan kegagalan IT initiative adalah karena terlalu memfokuskan diri pada akuisisi hardware dan software dan tidak secara proporsional memperhatikan factor SDMnya.Dengan komitmen pimpinan yang kuat serta support dari seluruh jajaran Depkeu kita yakin bahwa kita dapat segera mewujudkan SIM SDM atau SIMPEG yang handal, Yes, we believe we can change!

Rabu, 02 November 2016

RI Masuk Anggota Dewan Organisasi Profesi Akuntan Dunia

RI Masuk Anggota Dewan Organisasi Profesi Akuntan Dunia

JAKARTA - Indonesia mendapat kehormatan dengan terpilihnya wakil Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai anggota Dewan Organisasi Profesi Akuntan Dunia periode 2011-2014.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam pertemuan tahunan International Federation of Accountants (IFAC) yang berlangsung di Berlin, Kamis 17 Nopember 2011 lalu.
Ahmadi Hadibroto, menorehkan sejarah sebagai anggota IFAC Board pertama dari Indonesia sejak dibentuknya IFAC tahun 1977. IFAC merupakan organisasi profesi akuntan dunia yang merepresentasikan 2 juta akuntan yang bernaung dalam 167 asosiasi profesi akuntan anggota IFAC yang tersebar di 127 negara.
Terpilihnya Ahmadi menduduki jajaran dewan organisasi prestisius yang beranggotakan 22 orang tersebut telah diprediksi mempertimbangkan ketokohan beliau sebelumnya di kawasan Regional. Dukungan terhadap Ahmadi juga disuarakan oleh Asean Federation of Accountants yang pernah diketuai Ahmadi pada tahun 2006-2007.
Selain Ahmadi, lima anggota baru IFAC yang terpilih adalah Rachel Grimes dari Australia, Ganapathy Ramaswamy dari India, Makoto Shinohara dari Jepang, Masum Turker dari Turki, dan Steven Vieweg dari Kanada. Enam anggota Dewan IFAC baru tersebut lolos melalui tahap fit and proper yang dilaksanakan oleh Komite Nominasi IFAC jauh hari sebelumnya. Proses pemilihan kandidat mewakili keragaman dan keseimbangan gender, wilayah, dan pengalaman profesional dunia akuntansi.
Sebagai Anggota Dewan IFAC, Indonesia akan ikut dalam pembahasan intensif berbagai isu internasional yang terkait dengan profesi akuntan, mulai pada sidang Dewan IFAC hari Jum’at 18 September ini di Berlin. Dalam kapasitasnya sebagai Anggota Dewan, Indonesia juga akan menentukan proses pengambilan keputusan-keputusan strategis dalam isu-isu global terkait pengembangan dan penguatan profesi akuntan meliputi akuntan pendidik, akuntan sektor publik, akuntan manajemen dan akuntan publik.
“Ini menjadi prestasi bagi akuntan Indonesia karena untuk pertama kalinya masuk dalam jajaran pengurus IFAC,” kata Ketua DPN IAI Mardiasmo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (18/11).
Mardiasmo mengaku, dengan adanya perwakilan Indonesia dalam IFAC otomatis akan meningkatkan nilai tawar profesi akuntan dalam negeri di mata internasional. Terpilihnya wakil IAI ini telah menunjukkan pengakuan Indonesia sebagai negara G-20 dengan kualitas akuntan Indonesia yang tidak kalah dengan negara lain di Eropa dan Amerika.
  • Abuse of Process Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.
  • Akuisisi Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.
  • Agen Penjual Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.
  • Afiliasi Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.
  • Agio Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.
  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset) Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki
     untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya.
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2011/11/19/320/531563/ri-masuk-anggota-dewan-organisasi-profesi-akuntan-dunia

Jokowi Menyatakan Keseriusannya Untuk Mengawasi Proses Tax Amnesty


Surabaya – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara sosialisasi Program Amnesti Pajak di Grand City Surabaya, pada hari Jumat (15/7/2016) malam.
Jokowi Menyatakan Keseriusannya Untuk Mengawasi Proses Tax Amnesty
Dalam kesempatan tersebut, presiden berjanji akan mengawasi sendiri jalannya program pengampunan pajak yang efektif berjalan mulai Senin (18/7/2016).
Jokowi pun menyatakan akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mengawasi pelaksanaan tax amnesty tersebut.
“Saya sendiri yang akan awasi tax amnesty. Saya akan bentuk satgas khusus dari BPKP dan intelijen,” ujar ayah dari Kaesang Pangarep ini.
Tidak berhenti sampai disitu, Jokowi juga menyatakan sudah menyiapkan tim hukum untuk mengantisipasi gugatan atas Undang-Undang Pengampunan Pajak.
Tim tersebut akan menjelaskan bahwa UU Pengampunan Pajak berorientasi untuk memajukan perekonomian bangsa.
Karena hal itu sudah memiliki payung hukum, Jokowi mengajak para pengusaha untuk beramai-ramai memulangkan harta kekayaan mereka di luar negeri untuk kembali ke Tanah Air.
Kekayaan para pengusaha itu secara tidak langsung akan menggairahkan aktivitas ekonomi negara yang sedang lesu akibat tekanan global.
Jokowi juga mengajak para pengusaha besar, menengah, maupun sektor mikro beramai-ramai menanamkan investasinya di Indonesia untuk beragam sektor usaha, dari perkebunan, perikanan, infrastruktur, industri, perdagangan, dan sebagainya. (Yayan – harianindo.com)

Sumber : http://m.harianindo.com/2016/07/17/121139/jokowi-menyatakan-keseriusannya-untuk-mengawasi-proses-tax-amnesty/

INDONESIA JADI NEGARA ASEAN PERTAMA TERAPKAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL






Indonesia Jadi Negara ASEAN Pertama Terapkan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual
Jakarta, 12/09/2014 MoF (Fiscal) News - Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang akan menerapkan sistem akuntansi berbasis akrual. Tahun 2015 nanti, sistem akuntansi untuk pelaporan keuangan pemerintah akan berubah dari basis kas menjadi basis akrual. Menurut Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono, ini ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan investor ke depannya.
“Negara maju, New Zealand, Australia, di UK juga. Di ASEAN kita lebih dahulu. Mudah-mudahan ini bisa menimbulkan trust, khususnya investor. Bahwa ke depan kita memiiliki sebuah laporan yang menggambarkan hak dan kewajiban kita,” katanya saat konferensi pers di Gedung Dhanapala, Jakarta pada Jumat (12/9).
Sistem akuntansi berbasis akrual merupakan suatu sistem yang membutuhkan perubahan mindset saat implementasinya nanti. Menurut Marwanto, ini karena ada perubahan sistem pencatatan. “Misalnya contoh penerimaan pajak, saat basis kas, saat uangnya belum kita terima, belum kita catat. Tetapi, nanti saat basis akrual, pada saat sudah ada ketetapan pajak, pada saat itulah ditetapkan sebagai bagian dari penerimaan (sudah dicatat),” jelasnya.
Menurutnya, dengan perubahan sistem ke basis akrual, negara memberikan transparansi kepada publik, dimana hak dan kewajibannya dicatat secara transparan. Saat ini, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan tengah menyelesaikan persiapan perangkat untuk implementasi pada tahun depan. “PP, PMK dan peraturan dibawahnya sudah disusun. Selain itu, kami juga melakukan komunikasi kepada stakeholders. Karena ini mazhab-nya perlu pemahaman yang berbeda, sehingga butuh komunikasi yang lebih intens dengan mitra kerja kita,” pungkasnya. (fin)

Sumber :http://www.kemenkeu.go.id/Berita/indonesia-jadi-negara-asean-pertama-terapkan-sistem-akuntansi-berbasis-akrual

Senin, 31 Oktober 2016

UTS Pengantar Menejemen



UJIAN TENGAH SEMESTER
GASAL 2016
PENGANTAR MANAJEMEN
DOSEN : HJ.I.G.A.AJU NITYA DHARMANI
 NAMA : INTAN AYU PERMATASARI
 NIM      : 01116056
 PRODI  :AKUNTANTASI (SEMESTER 1)


PETUNJUK MENGERJAKAN:
1.     UNTUK SOAL KASUS SILAHKAN PILIH SALAH SATU DARI 2 SOAL YANG ADA.
2.     UNTUK SOAL PILIHAN PERTANYAAN, SILAHKAN MEMILIH 5 SOAL DARI 20 SOAL YANG ADA
3.     JAWABLAH SESUAI DENGAN KEMAMPUAN ANDA DAN DIDUKUNG TEORI YANG ADA
4.     4 JAWABAN DIKIRIM KE EMAIL DOSEN dengan format penyimpanan : UTS PENGAMEN _ A.A/M. NIM DAN DI UPLOAD KE BLOG MAHASISWA.


SOAL KASUS PERTAMA :
Ayu RaI adalah pendiri,direktur dan manajer umum dari semua operasi PT.Kian Sugiho Tenano sebuah pabrik plastik di Sidokaryo . Suatu waktu Perusahaan tersebut diambil alih oleh suatu perusahaan raksasa dan direorganisasi, dan Ayu Rai diangkat sebagai Direktur yang baru, diperintahkan untuk mengembangkan struktur organisasi. Dia melakukannya dengan berat hati karena dia selalu mengelola perusahaannya secara informal. Setelah satu tahun memecahkan banyak masalah antar Departemen sendiri dan bekerja 12 sampai 14 jam sehari menyadari bahwa penjualan menurun,laba menyusut, dan banyak karyawan keluar dari perusahaannya. Masalahnya : Adalah bagaimana mereorganisasi PT. Kian Sugiho Tenano menjadi suatu perusahaan yang lebih profesional dengan meningkatkan penjualanya dan laba.
Pertanyaan :
1.Untuk mengembangkan Struktur Organisasi, perlu kiranya Ateng tahu terlebih dahulu tentang informasi apa yang diberikan oleh suatu Struktur Organisasi ?Jelaskan !!
2.Cara-cara dan syarat-syarat apa yang sebaiknya dilakukan agar Koordinasi yang dilaksanakan berjalan baik. !!
3.Banyak kegagalan koordinasi disebabkan oleh komunikasi, coba saudara jelaskan mengenai hambatan-hambatan Komunikasi , dan bagaimana caranya untuk mengatasi hambatan tersebut.!!
4.Salah satu factor penyebab penunjang keberhasilan perusahaan adalah Staffing, atau penerimaan dan penempatan pegawai , coba saudara jelaskan bagaimana staffing yang efektif itu !!
5.Ada dua jenis perintah, yaitu perintah lisan dan tulisan. Jelaskan kapan perintah 2 tersebut diberikan !! Dan sebutkan keuntungan dari kedua perintah tersebut !!

SOAL KASUS KEDUA :
Manajemen adalah suatu proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui aktivitas perencanaan , pengorganisasian ,penggerakkan, pengendalian sumber daya manusia dan phisik dari organisasi tersebut. Apabila Saudara seorang manajer yang melaksanakan manajemen suatu perusahaan, kemudian perusahaan saudara membuat rencana pengembangan perusahaan yaitu dengan perencanaan membuat anak perusahaan.
1.Kaitannya dengan rencana pengembangan tersebut, coba saudara jelaskan hal2 atau langkah2 apa saja yang akan saudara laksanakan !
  JAWAB : langkah-langkah perencanaan
             A. penetapan suatu tujuan organisasi merupakan tahap awal dari proses perencanaan
             B.merumuskan keadaaan saat ini yaitu melihat situasi dan kondisi perusaahan saat ini apakah  sedang dalam mengalami kegagalan atau justru sebaliknya
           C.mengindentifikasi segala dukungan dan kendala
           D.mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan
           E. mempertahankan pengendalian.
2.Untuk pengorganisasiannya, coba saudara uraikan mengenai lima langkah pengorganisasian , sebagaimana yang tercakup dalam proses pengorganisasian ?Sebutkan berbagai kesalahan yang biasanya terjadi dalam penyusunan organisasi !!
   JAWAB : 1. merinci seluruh pekerjaan yang harus di laksanakan untuk mencapai tujuann organisasi .(2).membagi beban kerja kedalam kegiatan-kegiatan yang secara logis dan memadai dapat di lakukan seorang atau kelompok.(3).mengombinasikan pekerjaan .(4) penetapan mekanisme.(5).memantau efektifitas organisasi.
Kesalahan penyusunan oraganisasi ialah tidak menempatkan pekerjaan sesuai kemampuan orangnya .
3.Sebagai kelengkapan organisasi kita akan membuat bagan / organisasi, apa yang dimaksud dengan bagan organisasi / struktur organisasi tersebut ?
    JAWAB : bagan organisasi / struktur organisasi adalah  suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
4.Apa bila pengorganisasian telah selesai , maka akan dilaksanakan fungsi Actuating atau penggerakkan , apakah yang dimaksud dengan penggerakkan tersebut ? Kegiatan-kegiatan apa saja yang terdapat dalam fungsi penggerakkan tersebut ?
  JAWAB : ACTUATING adalah suatu kegiatan dimana kita berusaha menggerakan anggota atau suatu organisasi agar bersama-sama bekerja dengan metodhe dorongan,bimbingan,dan pengarahan.
   .contoh kegiatan karang taruna
,organisasi ibu pkk, osis,
5.Pengawasan (controlling) adalah aktivitas yang mengusahakan agar pekerjaan2 terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki. Sebutkan langkah2 untuk menjalankan pengawasan !! Jelaskan pula tentang pengawasan yang efektif !!
 JAWAB : 1. Menetapkan standar. (2). Mengukur kinerja. (3).memperbaiki penyimpangan.
Pengawasan yang efektif adalah yang telah memenuhi kriteria tertentu ,diantaranya akurat,obyektif dan menyeluruh,terpusat,realistik secara ekonomi,terkoordinasi dan fleksibel.
SOAL PILIHAN DENGAN 5 SOAL :
1.Jelaskan tentang pengertian Manajemen !!
  JAWAB : suatu proses perencanaan,pengorganisasian,menggerakan dan pengawasan  yang di   lakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah di tetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain.
2.Sistem Manajemen dibedakan atas : Manajemen Bapak , Manajemen Tertutup, Manajemen Terbuka, dan Manajemen Demokrasi . Jelaskan !!
3.Jelaskan tentang pengertian Manajer, dan jelaskan pula tentang Tingkatan Manajer dalam suatu perusahaan memimpin !!
  JAWAB : Manajer adalah seseorang yang  dapat mengarahkan orang lain dan mampu bertanggung jawab atas kegiatan atau pekerjaan tersebut.
   Tingkatan manajer meliputi:
   A. manajemen lini pertama merupakan tingkatan paling rendah ,sering di kenal dengan manajer operasional
   B. manajemen tingkat menengah merupakan manajemen yang berada  di antara manajer lini pertama dan menejer puncak
  C. manajemen tingkat puncak bertugas untuk merencanakan kegitan maupun strategi organisasi atau perusahaan  secara umum dan mengarahkan jalanya organisasi atau perusahaan.
4.Ada 10 peran manajer dalam organisasi perusahyang daan. Coba saudara jelaskan tentang peran interpersonal seorang manajer !!
5.Untuk menjadi seorang manajer yang baik maka diperlukan syarat2 ,sifat, kualifikasi seorang manajer. Jelaskan menurut Koontz dan Cyril O’Donnel
6.Siapakah pengambil keputusan dalam suatu perusahaan ?
  JAWAB: Manajer.
7.Dasar pengambilan keputusan adalah Keyakinan, Intuisi, Fakta2, Pengalaman, Kekuasaan. Jelaskan satu persatu !!
8.Apakah yang dimaksud dengan Spesifikasi jabatan (Job spesification)
  JAWAB : adalah persyaratan minimal yang harus di penuhi oleh orang yang menduduki suatu jabatan,agar ia dapat melaksanakan tugas  yang di bebankan kepadanya dengan baik dan bertanggung jawab.
9.Jelaskan pula mengenai Deskripsi Jabatan (Job description)
10.Jelaskan mengenai Demosi ?
11.Menurut G.Terry ada 4 Fungsi manajemen yaitu Planning, Organizing ,Actuating dan controlling. Jelaskan satu persatu !!
12.Mengapa suatu perencanaan itu penting bagi suatu perusahaan ?
    JAWAB : karena tanpa suatu perencanaan usaha yang akan kita jalani tidak akan berjalan    sesuai dengan apa yang kita inginkan
dan perusahaan akan menjadi berantakan karna managemen perusahaannya tidak baik.
13.Ada beberapa pertanyaan pokok yang harus dijawab dalam membuat perencanaan Jelaskan ?
14.Jelaskan karakteristik rencana yang baik ?
15.Komunikasi adalah pemindahan informasi dari seseorang ke orang lain .Coba saudara jelaskan mengenai hambatan-hambatan komunikasi ?
16.Koordinasi adalah suatu usaha kerjasama antara badan, instansi unit dalam pelaksanaan tugas tertentu sedemikian rupa. Mengapa koordinasi sangat penting ? apa perbedaan antara koordinasi dan koperasi ?
17.Jelaskan mengenai pengertian, koordinasi vertical, koordinasi horizontal, koordinasi intern dan koordinasi ekstern ?
18.Apakah yang dimaksud dengan motivasi ? ada dua jenis motivasi yaitu motivasi negative dan motivasi positif jelaskan dengan contoh. !!
19.Jelaskan tentang 5 gaya kepemimpinan, yang saudara ketahui !!
  JAWAB :
1. Gaya kepemimpinan bebas :pemimpin jenis ini hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil dimana para bawahannya yang berperan aktif dan menyalesaikan masalah yang dihadapi.
 
2.Gaya kepemimpinan demokratis:gaya pemimpin yang bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang dilakukan akan ditentukan bersama pemimpin dan bawahan .
3.Gaya kepemimpinan otoriter :gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.
 
4.Gaya kepemimpinan moralis :pempimpin yang hangat dan sopan pada semua orang.
  5.Gaya kepemimpinan karismatis :pemimpin yang memiliki pesona dan mampu menarik orang.
20.Sistem pengendalian yang efektif memiliki beberapa kriteria. Coba sebutkan dan jelaskan secara ringkas !!


SELAMAT MENGERJAKAN .